TPID

Sabtu, 6 Agustus 2016 14:21

 

BANDA ACEH - Provinsi Aceh meraih penghargaan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Inovatif 2015 terhadap program inovatif yang dilakukan pemerintah setempat yang dinilai cukup berhasil dalam menjaga stabilitas harga.

Penghargaan ini diberikan Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus DW Martowardojo yang diterima Sekretaris Daerah Aceh, Dermawan MM dalam rapat Koordinasi Nasional VII TPID, Jakarta, Kamis (4/8).

Selain Aceh, dua provinsi lainnya yang mendapatkan penghargaan tersebut adalah Pemprov Jawa Timur dan Pemprov Gorontalo. Sementara tiga pemerintah daerah tingkat kabupaten/kota yang mendapatkan penghargaan TPID Inovatif 2015 yakni Medan, Surakarta, dan Balikpapan.

Kepala Biro Ekonomi Setda Aceh, Muhammad Raudi yang dikonfirmasi Serambi, Jumat (5/8) tekait penghargaan yang diterima itu mengatakan beberapa inovasi yang dilakukan untuk menekan laju inflasi daerah yaitu saat ini di semua kabupaten/kota sudah terbentuk TPID. Selanjutnya bekerja sama dengan BI, kabupaten/kota diajak untuk memanfaatkan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) yang medianya tersebut berada di BI.

“Setiap jam 10 pada hari kerja, SKPD kabupaten/kota atau SKPD yang berkaitan dengan harga pasar yaitu Disperindag kabupaten/kota setiap hari mereka menginput harga pasar. Sehingga semua harga kebutuhan pokok yang ada di seluruh Aceh tergambar,” kata Muhammad Raudi.

Ditambahkannya, manfaat dari hal tersebut, petani yang memproduksi padi, jagung, bawang, atau cabai dapat melihat harga-harga dari daerah lain. “Bisa dilihat disitu daerah mana bawang atau cabai yang harganya tinggi pada hari itu, termasuk juga harga ikan. Dengan tergambarnya harga pasar seperti itu maka petani dapat menjual harga barangnya dengan harga standar. Adanya PIHPS ini juga petani dapat melihat akan menjual kemana barangnya yang harganya bisa normal atau pastinya dia mendapat keuntungan,” jelasnya.

Inovasi lainnya, kata Muhammad Raudi berupa optimalisasi tempat pelelangan ikan dan memperkuat tempat penyimpanan dengan cold storage. Dalam hal ini bersama dengan Dinas Kelautan, pihaknya sedang mengupayakan agar kabupaten/kota penghasil ikan seperti Idi, Meulaboh juga memiliki cold storage supaya hasil-hasil panen ikan itu tidak anjlok.

Editor: hasyim